Selasa, 19 Mei 2015

Kisah Pemuda dan Sumur

Rawatlah "sumur"

Suatu ketika ada seorang pemuda yang marah-marah di atas sumur depan rumahnya. Ia mengumpat dengan keras di dekat sumurnya.
Setiap kali orang lewat di dekat sumur tersebut, sang pemuda langsung saja menceritakan kejelekan si sumur yang airnya keruhlah, jumlah airnya kurang saat musim kemarau dan kejelekan2 yang lain.
Puncaknya karena amarah yang tidak terbendung, ia meludah kedalam sumur tersebut.

Cerita Sumur

Pada saat bersamaan, lewatlah seorang bijaksana. melihat kejadian itu dgn lemah lembut ia berkata sambil tersenyum" wahai pemuda, sadarilah tidak selalu sumur itu airnya jernih, jumlah airnya banyak. ia juga pasti mengalami air yang keruh saat musim penghujan.
Kurangnya jumlah air saat musim kemarau, itu wajar, jika memang sumur itu masih mampu memberikan air yang engkau gunakan buat minum dan keperluan sehari2 janganlah engkau meludah didalamnya, karena yakinlah itu malah memperkeruh airnya.
Sebaiknya engkau berperan juga menjaga sang sumur agar airnya tetap jernih dan jumlahnya semakin meningkat setiap saat".

Pesan

Saudara-sahabatku semua seringkali ketika kita tidak puas dengan kebijakan dan kondisi perusahaan tempat kita bekerja, kita segera marah, bekerja asal-asalan, menghasut rekan-rekan kerja bahkan tanpa segan kita menjelek2an perusahaan ke orang lain.
Tahukah sdr/sahabatku, sejatinya itu sama dengan "meludah disumur yang airnya kita sendiri meminumnya".
Jika memang sdh tidak "kerasan" lebih baik keluar dari pada menjadi bom waktu.
Untuk itu mulai sekarang, lebihlah peduli dgn kondisi perusahaan kita, bekerjalah dgn keras, cerdas, tuntas dan ikhlas utk kemajuan perusahaan. Sertakan doa doa terbaik utk perusahaan dalàm ibadah kita.
Semoga Bermanfaat

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © . Motivasi 99 - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger