Rabu, 26 Agustus 2015

Kisah Motivasi Bill Gates (Part 2-habis)

Setelah kita membaca kisah perjuangan Bill Gates bersama rekannya ketika masih remaja seperti yang terdapat di post sebelumnya yakni pada Kisah Motivasi Bil Gates (part 1). Kini kita akan melanjutkan kisahnya di Part 2 berikut ini.

Bill Gates meninggalkan Harvard demi mengejar impian


Ketika ia bosan dengan Harvard, Gates melamar pekerjaan yang berhubungan dengan kompueter di daerah Boston. Gates mendorong Paul Allen untuk mencoba melamar sebagai pembuat program di Honey-Well agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak.


Pada suatu hari di bulan Desember yang beku, Paul Allen melihat sampul depan majalah Popular Mechanics, terbitan Januari 1975, yakni gambar computer mikro rakitan baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (Komputer kecil ini menjadi cikal bakal PC di kemudian hari). Allen menemui Gates dan membujuknya bahwa mereka harus mengembangkan sebuah bahasa untuk mesin kecil sederhana itu. Allen mengajak Bill untuk mendirikan sebuah perusahaan.

Kedua sahabat itu bergegas ke sebuah computer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari program bahasa BASIC. Gates dan Allen percaya bahwa computer kecil itu dapat melakukan keajaiban. Dari sana pula mereka mempunyai mimpi, tersedianya sebuah computer di setiap meja tulis dan di setiap rumah tangga. Semangat mereka tidak percuma. Berawal dari computer kecil itulah yang menjadi mode dari segala macam komputansi. Dan sekarang Anda bisa lihat bahwa PC telah benar-benar menjadi alat zaman informasi. Hampir setiap orang mengenal Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia saat ini.

Tiada ketekunan yang yang tidak membawa hasil…
Orang yang sukses adalah orang yang memiliki mimpi dan keyakinan bahwa mimpi itu akan dapat terjadi berapapun harga yang harus ia bayar…

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © . Motivasi 99 - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger